Senin, 19 September 2011

Perkembangbiakan Manusia


Bab2
Cara Perkembangbiakan Makhluk Hidup

Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu berkembang biak.
Setiap makhluk hidup berusaha melestarikan jenisnya dari kepunahan. Oleh karena itu, setiap makhluk hidup memliki kemampuan untuk berkembang biak.
Berkembang biak adalah cara menghasilkan keturunan atau anak.
Berkembang biak artinya menghasilkan makhluk baru yang sama jenisnya.

Secara umum perkembangbiakkan makhluk hidup dibedakan menjadi dua cara, yaitu:
a. Perkembangbiakan secara vegetatif (tidak kawin), yaitu individu baru (anak) berasal hanya dari satu induk saja sehingga individu baru merupakan bagian tubuh induknya. Sifat-sifat individu baru sama persis dengan induknya.
b. Perkembangbiakan secara generatif (kawin), yaitu individu baru (anak) merupakan hasil perkawinan antara induk jantan dan induk betina. Perkawinan atau pembuahan adalah proses peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.

A Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dari Bayi sampai Lanjut Usia
1. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia di dalam Rahim
Manusia tidak hanya mengalami perkembangan ukuran tubuh saja. Akan tetapi, manusia juga mengalami perkembangan fungsi tubuh. Selain bergerak, manusia dapat berkomunikasi dan berpikir
Proses perkembangbiakan pada manusia diawali dengan pembuahan (fertilisasi).
Fertilisasi adalah peleburan sel sperma dari alat kelamin pria dengan sel telur (ovum).
Proses ini terjadi di dalam rahim. Kedua sel kelamin itu akan melebur, selanjutnya menghasilkan zigot. Zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio.
Setelah berumur dua bulan, kemudian embrio disebut janin.
Janin di dalam rahim mendapatkan makanan dari ibunya melalui plasenta.
Proses ini berlangsung selama 9 bulan sebelum bayi dilahirkan.
Masa pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim disebut juga dengan masa kehamilan. Masa kehamilan itu terjadi selama kurang lebih 38 minggu.
Setelah kurang lebih 38 minggu di dalam rahim, bayi akan lahir ke dunia dan memulai pertumbuhan dan perkembangannya di luar rahim.

2. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia di Luar Rahim
Pertumbuhan dan perkembangan manusia di luar rahim atau setelah lahir terjadi dalam beberapa tahap. Elizabeth Hurlock, seorang ahli psikologi perkembangan, membaginya ke dalam empat tahapan. Tahapannya sebagai berikut.

a. Tahap orok, mulai lahir sampai usia dua minggu.
b. Tahap bayi, mulai usia dua minggu sampai usia dua tahun.
c. Tahap kanak-kanak, mulai usia dua tahun sampai masa pubertas (sekitar 11 tahun).
d. Tahap remaja atau pubertas, mulai usia 11 tahun sampai 21 tahun.

Apakah perbedaan pertumbuhan dan perkembangan?
Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran tubuh. Contohnya, bertambahnya berat badan dan tinggi badan.
Pertumbuhan merupakan perubahan dari kecil menjadi besar dan tinggi, disertai pertambahan berat. Pertumbuhan tersebut biasanya disertai dengan perubahan sikap, perilaku,dan gejala-gejala lainnya.

Adapun perkembangan adalah kegiatan sel-sel dalam membentuk fungsi-fungsi khusus tubuh.
perkembangan adalah tahap-tahap perubahan fisik tubuh menuju dewasa.
Tahapan-tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dapat dituliskan seperti berikut.
1. Bayi, yaitu sejak kelahiran hingga usia 1 tahun.
2. Balita, yaitu usia 1 sampai dengan 4 tahun.
3. Anak-anak, yaitu usia 5 hingga 10 tahun.
4. Remaja, yaitu usia 11 hingga 20 tahun.
5. Dewasa, yaitu usia 21 sampai dengan 49 tahun.
6. Tua, yaitu usia 60 sampai dengan 65 tahun.
7. Lanjut usia, yaitu usia di atas 66 tahun.

Pada masa remaja organ-organ reproduksinya sudah berkembang.
Perkembangan organ-organ reproduksi dipengaruhi oleh hormon (hormon adalah zat yang dihasilkan tubuh untuk mengendalikan proses-proses di dalam tubuh).
Tahap remaja yaitu usia 11 tahun sampai 19 tahun bagi perempuan, bagi laki-laki antara 12 tahun sampai 21 tahun.
Perubahan fisik manusia paling banyak terjadi pada masa remaja.
Masa ini disebut juga dengan masa pubertas. Masa pubertas dimulai pada usia 9-14 tahun, dan berakhir menjelang usia 20 tahunan dengan ditandai berhentinya pertambahan tinggi badan. Selama masa pubertas setiap manusia akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat disertai banyak perubahan.
Tahapan pubertas ini sangat berkaitan erat dengan kemampuan manusia untuk berkembang biak, karena dengan terjadinya perubahan fisik pada tubuh memungkinkan manusia dapat berkembang biak secara kawin.
Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis (emosi), serta aktifnya alat perkembangbiakan.
Perubahan yang terjadi pada masa pubertas laki-laki berbeda dengan perempuan.
Anak-anak gadis tumbuh hampir sempurna pada usia 16 ½ tahun meskipun dapat terus tumbuh sedikit sampai usia 20 atau 21 tahun.
Untuk anak laki-laki tumbuh hampir sempurna pada usia 17 ½ dan 23 atau 25 tahun.
Pubertas adalah masa remaja yang ditandai dengan adanya perkembangan seksual sekunder. Anak laki-laki mengalami pubertas pada usia antara 11–16 tahun, sedangkan perempuan pada usia antara 10–15 tahun.

a. Pubertas pada Laki-Laki
Perkembangan alat kelamin dan tanda-tanda seksual sekunder pada laki-laki dipengaruhi oleh hormon testoteron. Hormon ini berfungsi untuk pembentukan sel sperma di dalam testis.
Tanda-tanda seksual sekunder yang juga berkembang pada laki-laki meliputi perubahan fisik, seperti wajah ditumbuhi jambang, kumis dan jenggot. Selain itu tumbuh rambut ketiak dan rambut di daerah kemaluan. Badan tampak kekar dan berotot, serta tumbuh jakun. Suara anak laki-laki berubah menjadi lebih berat.
Hormon testoteron juga memengaruhi perkembangan mental seorang anak laki-laki.
Laki-laki cenderung menjadi lebih tenang, rasional dan cuek (acuh). Oleh karena itu bila laki-laki mengalami masalah ia cenderung diam dan menyelesaikannya dengan cara yang praktis (rasional).

Pada masa pubertas, setiap laki-laki akan mengalami perubahan sebagai berikut:

1. Tumbuhnya tulang yang menonjol di tengah-tengah leher. Tulang ini disebut jakun. Tumbuhnya jakun ini disertai dengan membesarnya suara.
Jakun adalah tonjolan keras yang berada di tengah leher bagian depan.
1a. Suara menjadi besar (berat)

2. Tumbuhnya rambut-rambut di beberapa bagian tubuh, antara lain kumis, janggut, rambut di ketiak, dan rambut di sekitar alat kelamin.

3) Otot menjadi kuat dan dada terlihat bidang
Selain perubahan fisik, alat perkembangbiakan laki-laki pun (testis) mulai aktif dalam menghasilkan sperma. Selain itu, perubahan psikologis yang terjadi adalah mulai tertariknya pada lawan jenis.

4] Diproduksinya sel sperma
Sel sperma dihasilkan oleh alat yang disebut testis. Sperma adalah sel kelamin jantan yang berbentuk seperti kecebong. Sel ini terdiri atas bagian kepala, leher, dan ekor. Testis memproduksi puluhan juta sperma setiap harinya.
5] mimpi basah. Jutaan sperma dihasilkan setiap hari oleh seorang laki-laki. Sehingga apabila testis telah penuh, kemungkinan sperma keluar dengan sendirinya melalui mimpi, yang dikenal dengan mimpi basah.

b. Pubertas pada Perempuan
Perubahan fisik perempuan pada saat pubertas akan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan laki-laki.
Perkembangan pada perempuan dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron.
Hormon ini berfungsi untuk mematangkan sel telur (ovum) dan mengatur perkembangan seksual sekunder.
.

Perubahan yang dialami adalah sebagai berikut.
1) Tumbuhnya payudara
Payudara anak perempuan akan tumbuh menonjol dan membesar pada masa remaja.
2) Pinggul melebar sehingga bentuk tubuh pun akan terlihat lebih melekuk.
Melebarnya pinggul
Perubahan lain yang terjadi pada perempuan saat remaja adalah mulai melebarnya pinggul. Pinggul yang lebar dipersiapkan untuk mempermudah proses persalinan pada waktu melahirkan..
3) Tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin.
Selain itu, pada daerah sekitar kemaluan akan tumbuh rambut-rambut halus

4] Kulit Menjadi Halus
Kulit merupakan indera peraba, kulit anak laki-laki dan perempuan kehalusannya berbeda. Kulit remaja bertambah halus, ini dikarenakan dalam tubuh perempuan menghasilkan hormon penghalus kulit. Pada saat remaja, hormon ini dihasilkan tubuh lebih banyak.
Suara menjadi lebih nyaring
Meningkatnya emosi
Hormon progesteron dan estrogen juga memengaruhi perkembangan mental perempuan.
Hal ini menyebabkan perempuan lebih mengutamakan perasaan, ingin dimanja, dan penuh perhatian. Oleh karenanya, bila perempuan mengalami masalah, maka ia akan menangis, mengadu, dan menyesali diri
5] Diproduksinya sel telur (ovum)
Perubahan utama masa pubertas yang terjadi pada perempuan adalah diproduksinya sel telur. Alat tubuh yang memproduksi sel telur disebut indung telur (ovarium). Hal ini
ditandai dengan terjadinya menstruasi.

Apakah menstruasi itu?
Menstruasi adalah keluarnya darah dari kelamin wanita.
Hal itu disebabkan oleh terjadinya peluruhan dinding rahim (endotreum) karena tidak terjadi pembuahan pada sel telur wanita.
Hal itu terjadi secara bersiklus. Siklusnya adalah sekitar 28 hari.
Menstruasi yang terjadi secara terus menerus setiap bulannya disebut siklus menstruasi.
Menstruasi biasanya berlangsung pada usia 9 tahun hingga menopause (biasanya pada usia 45 sampai 55 tahun).

c. Cara Menghadapi Masa Pubertas
Pada masa pubertas, banyak perubahan yang terjadi pada diri kamu yang tidak kamu duga. Pada masa
pubertas itu akan terjadi ketidakstabilan emosi.
Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi masa pubertas ialah sebagai berikut.
1) Bersikap tenang dan percaya diri.
2) Bersikap jujur dan terbuka kepada orang yang kamu percayai ketika terjadi perasaan yang
tidak enak. Hal itu akan membantu memberi ketenangan dan jalan keluar.
3) Selalu menjaga kebersihan seluruh tubuh dan alat kelamin agar tetap sehat dan bersih.

Di bawah ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kebersihan organ reproduksi perempuan.
�� Sebaiknya mandi dua kali sehari dengan air bersih. Jika badan kotor dan lengket, sebaiknya langsung dibersihkan.
�� Saat mengalami menstruasi, sebaiknya mengganti pembalut setiap beberapa jam sekali. Pembalut yang dikenakan harus bersih, nyaman, serta berbahan lembut.
�� Membasuh organ reproduksi sehabis buang air kecil. Cara membersihkannya adalah dari arah depan ke belakang. Hal ini dilakukan agar kuman dari anus tidak masuk ke saluran
reproduksi. Hindarilah penggunaan sabun yang mengandung deodoran atau parfum untuk membasuh kemaluan.
�� Jangan terlalu sering memakan makanan yang terlalu banyak mengandung garam. Garam dapat menyebabkan perasaan tertekan dan tegang.
�� Minumlah air putih lebih banyak dan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Saat menstruasi, banyak zat besi yang hilang dari tubuh kita melalui darah menstruasi.
�� Berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh.

Remaja laki-laki dapat menjaga kebersihan organ reproduksinya dengan cara-cara berikut.
�� Mandilah minimal dua kali sehari menggunakan air bersih. Jika badan terasa kotor dan lengket, sebaiknya langsung dibersihkan.
�� Gantilah pakaian paling sedikit dua kali sehari.
�� Basuhlah organ reproduksi sehabis buang air kecil.
�� Berolahraga secara teratur dan minum air putih yang cukup banyak.
�� Hindari pemakaian pakaian dalam yang terlalu ketat karena dapat menyebabkan iritasi.
pakaian dalam yang digunakan harus menyerap keringat dan tetap dalam keadaan bersih. Oleh karena itu, pakaian dalam kita harus sering diganti setiap kamu mandi.

Pada masa remaja, biasanya tubuh kita mudah berkeringat. Hal ini dapat menyebabkan jerawat pada wajah. Untuk menghindarinya, lakukan cara-cara sebagai berikut ini.
�� Segera cuci wajah jika terasa kotor dan lengket.
�� Hindarilah poni yang terlalu panjang dan menutupi wajah. Hal ini karena kotoran pada rambut dapat berpindah ke wajah.
�� Jika diperlukan, pakailah wewangian tubuh agar tubuh terasa segar dan harum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar